/var/blog/lazuardi

Monday, February 02, 2004

Cinta Tak Terbatas

Kadang saya iri melihat orang -orang disekeliling saya,disayangi oleh seseorang?Apalagi dibulan Februari.Di mana-mana nuansa Valentine.Saya memang penganut tiada pacaran sebelum akad ?tapi sebagai manusia kadang timbul juga perasaan ingin diperhatikan secara istimewa.

Saya tidak pernah tahu rasanya candle light dinner. Pun tidak pernah menerima bunga wawar merah.Tidak ada yang menawarkan jaketnya saat saya menggigil kedinginan atau berpegangan tangan sambil melihat hujan meteor.(Deuh,Meteor Garden banget!He.....he).

Yah ,mungkin saya bisa merasakan sekilas hal-hal itu kalau saya sudah menikah. Mungkin mudah-mudahan.Tapi sampai saatnya tiba,bagaimana caranya supaya tidak kotor hati?

Lalu saya pun tersadar tiga kata cinta yang saya rindukan itu sudah sering saya dengar. Orang tua saya selalu mengucapkannya. Memanggil saya dengan sayang? betapapun saya telah menyusahkan dan sering menyakiti mereka.Mungkin mereka bahkan memanggil saya seperti itu sejak saya sebelum dilahirkan. Padahal belum tentu saya jadi anak yang bisa melapangkan mereka ke surga.... Belum tentu bisa jadi kebanggaan.... Jangan-jangan hanya jadi beban....

Tatapan cinta itu juga sering saya terima. Dari ibu yang bergadang menjaga saya yang tengah demam.... Dari ayah yang dulu berhenti merokok agar bisa membeli makanan untuk saya.... Dari teman yang beriring-iring menjenguk saya ketika dirawat dirumah sakit.... Dari adik yang memeluk saya ketika bersedih. Dari sepupu yang berbagi makanan padahal ia juga lapar.... Dari Orang tua teman yang bersedia mengantar saya pulang larut malam.Betapa seringnya kita tidak menyadari....

Tidak hanya dari mahluk hidup.Kasih dari ciptaan Allah lainnya juga melimpah. Matahari yang menyinari dengan hangat. Udara dengan tekanan yang pas. Sampai dari hal yang mungkin selama ini tidak terpikirkan .Saya pernah membaca tentang planet Jupiter. Sebagai planet terbesar di tata surya kita, Jupiter yang gravitasinya amat tinggi, seakan menarik Bumi agar tidak tersedot kearah matahari. Benda-benda langit yang akan menghantam Bumi juga ditarik oleh Jupiter. Kita dijaga! (Maaf buat anak astronomi kalau salah,tapi setahu saya sich kira-kira begitulah)

Di atas segalanya, tentu saja ada cinta Allah yang amat melimpah. Duh.... Begitu banyaknya berbuat Dosa, Allah masih berbaik hati membiarkan saya hidup.... Masih membiarkan saya bersujud walau banyak tiada khusyunya. Padahal kalau ia mau, mungkin saya pantas-pantas saja langsung dilemparkan ke neraka Jahannam.... Coba, mana ada sich kebutuhan saya tidak Allah penuhi. Makanan selalu ada. Saya disekolahkan sampai tingkat tinggi. Anggota tubuh yang sempurna. Diberi kesehatan. Diberi kehidupan. Apalagi yang kurang? tapi tetap saja, berbuat maksiat,dosa.... Malu....

Tentu ada ujian dan kerikil di sepanjang kehidupan ini . Tapi bukankah itu bagian dari kasihNya juga? Bagaimana kita bisa merasakan kenikmatan jika tidak pernah tahu rasanya kepedihan? Buat saudaraku yang diuji Allah dengan cobaan, yakinlah bahwa cara itu Allah mencintai kita. Pasti ada hikmahnya.Pasti!

Jadi, selama ini ternyata saya bukan kekurangan cinta. Saya saja yang tidak pernah menyadarinya. Bahkan saya tenggelam dalam lautan cinta yang begitu murni.

Sekarang pertanyaannya, apa yang telah kita lakukan untuk membalasnya? kalau saya,(malu nich.... ) sepertinya masih sering menyakiti orang lain. sadar ataupun tidak sadar. Kalaupun tidak sampai menyakiti, rasanya masih sering tidak peduli dengan orang lain. Apalagi pada Allah... Begitu besarnya cinta Allah pada saya dan saya masih sering menyalahgunakannya, Mata tidak digunakan semestinya.... Lisan kejam dan menyayat-nyayat.... Waktu yang terbuang sia-sia

Kalau sudah seperti ini,rasanya iri pada semua hal-hal yang berbau pacaran pra nikah? hilang sudah. Minimal, berkurang drastislah. Siapa bilang saya tidak dicintai? memang tidak ada yang mengantar-antar saya kemana-mana, tapi Allah mengawal saya disetiap langkah. Tidak ada candle light dinner, tapi ada sebuah keluarga hangat menemani saya setiap makan malam. Tidak ada surat cinta, tapi bukankah Allah selalu memastikan kebutuhan saya terpenuhi? Bukankah itu juga cinta?

Entah cinta yang resmi? itu akan datang di dunia atau tidak. Tapi ingin rasanya membalas semua cinta yang Allah ridhoi. Tulisan ini bukan untuk curhat nasional. Yah, siapa tahu ada yang senasib dengan saya, kita coba sama-sama. Jangan sampai ada cinta halal yang tak terbalas.... (Nur Mahmudah Putri)

1 Comments:

Post a Comment

<< Home